Jogja Membara

Selasa, 20 Oktober 2009 0 komentar
Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta mencatat suhu udara di kota ini, Senin (19/10) sekitar pukul 13.30, mencapai 37,7 derajat celsius. Ini merupakan suhu terpanas selama musim kemarau tahun ini.

Panasnya suhu udara siang memang sangat dirasakan masyarakat, terutama para pengguna jalan. "Embusan angin memang cukup kencang, namun di kulit terasa panas. Berdasar pengukuran pada termometer manual, suhu hari ini mencapai 37,7 derajat celsius," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Yogyakarta Tony A Wijaya.

Menurut Tony, kecenderungan suhu sudah mulai terjadi beberapa hari terakhir, tetapi baru naik secara drastis hari ini. Hari Minggu kemarin suhu siang hanya 33,7 derajat celsius, dan pada hari Sabtu hanya 31,4 derajat celsius. Sedangkan pada Minggu malam suhu terendah hanya 22,1 derajat celsius dan sehari sebelumnya 20 derajat celsius.

Meningkatnya suhu udara, lanjut Tony, disebabkan beberapa hal. Pertama, posisi matahari (gerak semu harian matahari) pada bulan Oktober ini tengah berada di atas Pulau Jawa. Kondisi ini menyebabkan intensitas penyinaran matahari menjadi tinggi, sedangkan pada saat bersamaan kondisi langit tengah bersih dari awan sehingga tak ada benda yang menghalangi cahaya.

Stasiun Geofisika memerkirakan kondisi ini akan kembali normal akhir Oktober seiring datangnya musim hujan. "Namun, masyarakat masih harus mewaspadai potensi angin kencang. Senin pagi ini, sejumlah daerah di Kabupaten Sleman dikabarkan terkena angin kencang mendatar, bukan puting beliung," kata Tony.

sum:kompas.com

Astronom Eropa Temukan 32 Planet Baru

0 komentar
Para astronom Eropa mengklaim telah menemukan 32 planet baru di luar sistem tata surya Bumi.

Penemuan ini memberikan tambahan bukti mengenai teori yang menyatakan bahwa alam semesta memiliki banyak tempat dimana kehidupan bisa berkembang.

Saat menggunakan teleskop European Southern Observatory (ESO) para ilmuwan tidak menemukan planet seukuran Bumi atau planet yang nampak bisa ditinggali. Namun mereka menyebutkan jumlah penemuan planet di luar sistem tata surya ini meningkatkan jumlah planet yang ada menjadi lebih dari 400 planet.

Enam dari 32 planet baru yang ditemukan memiliki ukuran lebih besar dari Bumi. Sejauh ini sebagian besar planet baru yang ditemukan rata-rata berukuran setara dengan Jupiter atau bahkan lebih besar. Demikian keterangan yang dikutip dari AP, Selasa (20/10/2009).

Astronom Stephane Udry dari University of Geneva menyebutkan, hasil penelitian ini mendukung teori yang menyebutkan bahwa pembentukan planet merupakan fenomena umum yang terjadi.

"Saya sangat yakin bahwa ada planet seperti Bumi dimana saja. Alam tidak suka kekosongan. Jika ada tempat untuk menaruh planet di sana, maka akan ada planet yang menempati tempat-tempat tersebut," kata Udry.

Yang paling menarik dari hasil penemuan ini, para ahli astronomi menyebutkan bahwa sekira 40 persen bintang seperti matahari memiliki planet yang berukuran hampir sama dengan Bumi ketimbang Jupiter. Seperti kita tahu, massa Jupiter adalah 300 kali lebih besar dari Bumi.
sum:okezone

Ponsel Canggih ala Indonesia

0 komentar

Yono, orang paling kaya di Indonesia sedang bermain golf bersama dua orang temannya yang beda kewarganegaraaan. Satu warga negara Amerika dan lainnya adalah Jerman. Mereka bermain di salah satu padang golf ternama di Indonesia.

Saat menuju hole ke-3, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah dering ponsel. Ternyata, ponsel milik teman Yono yang berwarga negara Amerika. Sang Amerika pun meminta maaf dan mohon izin untuk mengangkat telepon sebentar.

Ia pun berjalan selangkah. Mendekatkan jempol kirinya ke telinga kiri, sedangkan kelingking kirinya diletakkan tepat di depan mulutnya. Ia pun memulai percakapan.

Setelah selesai, sang Amerika melihat Yono dan orang Jerman itu terkesima. Ia pun berkata "Ini merupakan teknologi ponsel terbaru di Amerika. Satu chip dibenamkan di jempol, dan satunya lagi di kelingking. Antena untuk menangkap sinyal disematkan di topi saya. Teknologi yang canggih sekali, kan?" ujar si Amerika.

Mereka pun melanjutkan bermain golf. Tepat di hole ke-9, telepon kembali berbunyi. Kali ini milik si Jerman. Teknologi ponselnya lebih canggih. Sebelum mulai berbicara, ia terlebih dahulu memalingkan wajahnya ke kanan. Tanpa menggunakan apa-apa ia pun mulai bercakap-cakap dengan temannya di seberang sana. Setelah selesai, ia langsung menjelaskan teknologi canggih itu pada Yono dan si Amerika.

"Teknologi ponsel di Jerman memungkinkan saya melakukan percakapan tanpa perangkat apapun. Sebuah chip sudah terbenam di gigi saya sedangkan satu chip lagi dibenamkan di kuping. Antena untuk menangkap sinyal saya letakkan di kancing baju. Ini teknologi asli Jerman," paparnya.

Permainan golf pun berlanjut.

Pada hole ke-13, sebuah dering ponsel kembali membahana. Kala itu juga Yono langsung berlari menuju semak belukar di pinggir padang Golf. Kedua Jerman dan Amerika itu saling bertatapan aneh melihat aksi Yono. Keduanya pun mencoba mencari Yono di balik semak belukar.

Amerika dan Jerman langsung heran ketika Yono berada di balik semak dan mulai menanggalkan celananya dan berjongkok.

"Hei, apa yang kamu lakukan, No?" tanya si Amerika
Yono pun mendongak ke arah si Jerman dan si Amerika yang berada tepat di atas kepalanya. Lalu ia berkata "Saya sedang menunggu fax dari teman saya."

sum: okezone

Update Status Facebook Lewat Tri

0 komentar
RAHMAT berprofesi sebagai penjual mie ayam. Setiap hari banyak orang datang membeli mie ayamnya yang memang terkenal cukup enak. Padahal dia tergolong baru berjualan, baru sekira 1 minggu.

Melihat fenomena ini, Nisa, salah satu pelanggan Mie Ayam Rahmat, sangat penasaran dengan sukses yang dialami oleh Pak Rahmat. Nisa pun mencoba mencari tahu hal tersebut.

"Pak, mie ayamnya satu dong," ujar Nisa.
"Antri dulu ya, mba. Saya masih ada tiga pelanggan lagi," jawab Rahmat.

Nisa terlihat kesal. Pasalnya, dia harus menunggu lama untuk dilayani. Setelah hampir 15 menit menunggu, Nisa pun mendapatkan semangkuk mie ayam di tangannya.

"Ramai banget sih, pak. Padahal kan bapak baru seminggu dagang di sini ya," tanya Nisa memulai interogasinya.

"Iya, neng. Ini gara-gara Facebook," jawab Pak Rahmat.
"Wah, bapak punya Facebook juga ya?" ujar Nisa seraya terkejut dan mata terbelalak.

"Punya dong, neng. Tiap hari saya promosi lewat Facebook. Twitter juga loh," jelas Pak Rahmat.

"Mie Ayam Pak Rahmat, Beli satu gratis baso dua biji. Beli dua gratis pangsit basah dan baso, beli tiga gratis satu mangkok mie ayam. Silakan datang dan rasakan bedanya," Pak Rahmat membacakan status terbaru di akun Facebook dan Twitternya.

Kali ini Nisa tersedak karena terkejut untuk kedua kalinya "Hah? Bapak punya Twitter juga? Boleh saya lihat akunnya, Pak?"

"Wah, harus pake komputer, Neng. Hape saya kan cuma kayak gini," kata Pak Rahmat seraya menunjukkan ponselnya yang berbentuk candy bar dan tidak berwarna pula.

"Loh, kalo hape bapak kayak gitu, gimana update statusnya?" tanya Nisa penasaran.

"Saya tulis lewat SMS, Neng. Trus saya kirim ke Tri," jawab Pak Rahmat.

"Oh, pake kartu operator 3. Hebat juga," duga Nisa.
"Bukan, Neng. Tri itu panggilan sayang buat pacar saya. Namanya Hasna Tri Astuti. Dia kerjaannya jagain warnet 24 jam. Jadi kalo saya mau update status, tinggal kirim SMS ke dia, nanti dia yang gantiin status saya. Sebagai bayarannya, saya kasih mie ayam gratis setiap ketemuan seminggu sekali. Murah banget, kan?" jelas Pak Rahmat.

Nisa yang mendengarnya hanya melongo, bengong, merasa menjadi orang paling bodoh sedunia. Dibodohi oleh seorang tukang mie ayam dan penjaga warnet 24 jam bernama Tri.

sum:okezone